Showing posts with label Silkair. Show all posts
Showing posts with label Silkair. Show all posts

Thursday, March 27, 2014

Perayaan Sekaten Yogyakarta


Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja merupakan salah satu kota menarik di Indonesia. Tak salah jika kota ini mendapat gelar Daerah Istimewa. Kebudayaan dan tradisi yang masih kental dipertahankan oleh masyarakatnya, membuat Jogja selalu menarik untuk di kunjungi bukan hanya wisatawan lokal saja bahkan wisatawan asing betah tinggal berlama-lama di kota ini. Sebagai kota budaya tentu Jogja mempunya bermacam kebudayaan, salah satunya yaitu tradisi Sekaten

Upacara Sekaten ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Demak atau sekitar abad ke 16. Perayaan Sekaten diadakan satu tahun sekali pada Bulan Maulud yang merupakan bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Upacara sekaten ini diawali dengan Pasar malam yang diadakan selama 39 hari di alun-alun Utara. Pasar malam menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Jogja. Aneka macam permainan, pedagang pakaian dan makanan tumpah ruah di sini. Banyak makanan khas Sekaten yang bisa kita temukan disini, seperti nasi gurih, sate gajih, brondong jagung, cambuk rambak dan lain-lain. Selain makanan, banyak juga pedagang yang menjual sirih serta pecut atau cambuk, banyak yang percaya jika memakan sirih di acara ini akan membuat awet muda, sedangkan cambuk dibawa pulang agar hasil panen melimpah. 

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang asal-usul tradisi Sekaten ini. Antara lain pendapat yang mengatakan bahwa kata Sekaten berasal dari kata “Syahadatain” yaitu dua kalimat syahadat dalam ajaran Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa kata sekaten berasal dari kata “Sekati” yaitu nama dari dua perangkat pustaka Kraton yang berupa gamelan dan disebut dengan nama Kanjeng Kyai Sekati. Gamelan tersebut biasanya akan ditabuh pada acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

Sementara pendapat lain mengatakan kata sekaten berasal dari kata “suka dan senang hati” karena menyambut hari Maulud serta perasaan syukur dan bahagia dalam perayaan pasar malam yang diselenggarakan di alun-alun utara. 

Puncak acara peringatan Sekaten diadakan pada tanggal 12 Maulud persis di hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara ini biasanya dimulai pada jam delapan pagi dan ditandai dengan “Grebeg Muludan”. Dalam acara ini ada sebuah Gunungan yang terbuat dari beras ketan, aneka makanan tradisional, sayuran dan buah-buahan yang melambangkan kesejahteraan Kerajaan Mataram. “Gunungan” ini akan diarak serta dikawal oleh sepuluh macam prajurit Kraton dari istana Kemandungan lalu melewati Sitihinggil dan baru kemudian menuju Masjid Agung. Setelah didoakan, gunungan ini akan dibagikan kepada masyarakat. 

Biasanya dalam acara ini masyarakat sudah penuh sesak dan saling berebut untuk mendapatkan Gunungan. Mereka percaya bahwa bagian dari Gunungan akan membawa berkah, terutama bagi para petani. Bagian gunungan ini biasanya akan dibawa pulang oleh masyarakat dan ditanam di sawah agar menjadi subur dan terhindar dari malapetaka.

Maskapai terbang ke Yogyakarta

AirAsia AirAsia
Lion Lion
Xpress Xpress
Sriwijaya Sriwijaya
Silkair Silkair
Garuda Garuda
Citilink Citilink
Malaysia Malaysia


Sumber : utiket.com

Tuesday, January 21, 2014

Festival Figura Manado


Kota Manado dengan semboyan “Torang Samua Basudara” memiliki festival tahunan bernama Festival Figura Manado. Festival ini diadakan pada setiap minggu terakhir pada bulan Januari setiap tahunnya. Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manado ini biasanya berlangsung di sepanjang Jalan Boulevard Manado.

Festival ini berupa kesenian yang menampilkan seni dalam tokoh yang mirip dengan pantomim. Para peserta festival ini akan disulap sesuai dengan tokoh yang dibawakannya, mulai dari busana, dandanan dan gerak tubuhnya. Biasanya tokoh yang diperankan dalam festival ini merupakan seorang tokoh yang dikenal dan mencerminkan aktifitas sosial kemasyarakatan. Kemudian para peserta tersebut akan berperan sebagai lakon dalam sajian pantomim yang mengangkat tema komedi maupun tragedi yang dilombakan.

Selain digelar di sepanjang Jalan Boulevard, penduduk di berbagai kampung di kota Manado pun ikut menggelar acara Festival Figura ini. Mereka akan memerankan tokoh pilihan mereka dan secara berkelompok akan mendatangi setiap rumah penduduk sambil bernyanyi. Pemilik rumah yang didatangi oleh mereka biasanya akan memberikan uang sebagai bentuk rasa terhibur oleh mereka.

Menurut sejarah, tradisi Figura ini dibawa oleh para pelaut asal Spanyol yakni Conquistadores yang pernah singgah dan bermukim di Teluk Manado. Sedangkan nama Figura merupakan sebuah kata dalam bahasa Latin yang berarti figur atau sosok. Nah, jika kamu berencana berkunjung ke kota Manado pada bulan Januari, jangan lupa untuk cek jadwal festival ini berlangsung ya. Pastinya seru untuk melihat secara langsung festival unik ini.

Maskapai terbang ke Manado
    Lion Lion
    Xpress Xpress
    Merpati Merpati
    Sriwijaya Sriwijaya
    Garuda Garuda
    Silkair Silkair
    AirAsia AirAsia


      Sumber : utiket.com

      Thursday, January 9, 2014

      Angkringan Kopi Joss


      Menikmati kota Jogjakarta memang tak ada habisnya, mulai dari wisata hingga kulinernya. Di sudut kota ada salah satu tempat yang menjadi favorit banyak orang, baik traveler, mahasiswa maupun warga lokal. Tempat ini menjadi sudut yang menyenangkan diantara ramainya kota Jogjakarta. Tempat yang cocok untuk sekedar bersantai dan saling bertukar pikiran dengan teman. Namanya Angkringan Lik Man, angkringan ini berada di dekat Malioboro dan Stasiun Tugu atau terletak di Jalan Wongsodirjan, Jogjakarta. Angkringan Lik Man merupakan salah satu angkringan legendaris di Jogjakarta. Konon angkringan ini merupakan angkringan generasi awal di Jogjakarta yang telah berjualan dari tahun 1950an. Dahulu warung dengan konsep angkringan disebut dengan “Ting-ting Hik”. Nama asli Lik Man sendiri adalah Siswo Raharjo dan merupakan putra dari Mbah Pairo, seorang pedagang angkringan pertama di Jogjakarta. Baru pada tahun 1969 angkringan ini diwariskan kepada Lik Man dan masih dikelola hingga saat ini. Angkringan ini buka mulai dari jam enam sore hingga dini hari. 

      Menu di angkringan Lik Man mungkin relatif sama dengan puluhan bahkan ratusan angkringan yang ada di daerah ini yaitu nasi kucing, aneka gorengan, baceman serta sate-satean seperti sate usus, sate ati, sate kerang dan lain-lain. Tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mencicipi semua menu di sini. Bisa dipastikan setiap menu harganya di bawah  sepuluh ribu rupiah. Ada juga aneka minuman, namun ada satu minuman unik di angkringan ini. Namanya Kopi Joss. Kopi Joss adalah kopi panas hitam dan kental yang ditambah dengan arang panas, sehingga terdengar bunyi joss pada kopi saat arang panas dicelupkan. Bukan hanya rasanya yang mantap, namun kopi ini juga dipercaya berkhasiat menghilangkan penyakit lambung seperti mulas dan kembung. 

      Kopi Joss menjadi menu favorit di angkringan ini. Banyak orang penasaran dan ingin mencobanya. Apalagi untuk para penggemar kopi. Beberapa tokoh terkenal juga pernah mampir dan menikmati Kopi Joss Lik Man ini seperti seniman Butet Kertasajasa, Emha Ainun Nadjib, Djaduk Ferianto, Marwoto, serta pakar kuliner Bondan Winarno. Menikmati segelas Kopi Joss panas sembari menikmati suasana kota Jogjakarta di malam hari tentu akan menjadi salah satu pengalaman wisata yang berkesan bagi Anda.

      Untuk menuju ke tempat ini bila Anda datang dari arah utara atau dari Tugu Jogjakarta, langsung saja menuju ke arah selatan. Sebelum sampai di Stasiun Tugu, belok ke arah barat. Nah letak Angkringan Lik Man tidak jauh dari belokan.

      Maskapai terbang ke Jogjakarta


      Sumber : utiket.com

      Wednesday, January 8, 2014

      Gudeg Khas Yogyakarta


      Yogyakarta selain dikenal sebagai kota budaya, kota pelajar juga dikenal dengan berbagai makanan khasnya. Berkunjung ke kota ini tak lengkap bila Anda belum mencicipi sajian berselera kota ini yakni gudeg. Gudeg sebenarnya adalah makanan khas dari Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Gudeg umumnya berwarna coklat yang dihasilkan dari daun jati yang dimasak secara bersamaan. Biasanya disajikan dengan areh, telur, tahu, tempe, ayam kampung serta krecek. Pada umumnya gudeg mempunyai tiga jenis yakni gudeg kering, gudeg basah dan gudeg solo. 

      Gudeg kering umumnya disajikan dengan areh yang kental, berbeda dengan gudeg basah yang penyajiannya menggunakan areh encer. Sedangkan untuk gudeg solo, areh yang digunakan biasanya berwarna putih. Makanan ini cukup banyak diminati baik oleh wisatawan lokal maupun wisawatan mancanegara. Di Yogyakarta sendiri daerah Wijilan yang terletak di sebelah timur Alun-Alun Utara dikenal sebagai pusat gudeg. Salah satu penjual gudeg legendaris di daerah sini adalah Gudeg Yu Djum. Gudeg Yu Djum merupakan gudeg kering dan biasanya disajikan dengan menggunakan alas daun pisang di atas piring rotan. Selain di Jalan Wijilan No.167, Gudeg Yu Djum juga mempunyai cabang di Jalan Kaliurang Km. 4,5 serta di Jalan Adicusipto. Uniknya bagi para wisatawan yang berminat, bisa melihat langsung proses pembuatannya. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Jadi selamat mencoba...

      Maskapai terbang ke Yogyakarta

      Silkair

      Cari Tiket murah ke Yogyakarta

      Sumber : utiket.com

      Tuesday, January 7, 2014

      Nasi Liwet Khas Solo


      Jalan-jalan ke Solo rasanya kurang afdol jika tidak mencoba salah satu kuliner andalan kota ini. Yups, salah satu kuliner khas Solo yang wajib dicoba adalah nasi liwet. Nasi liwet Solo sebenarnya makanan sederhana yang berupa nasi, sayur dan lauk pauk. Namun soal rasa tak sesederhana kelihatannya.

      Rasanya gurih dan mantap sehingga dijamin semua orang pasti akan ketagihan setelah mencobanya. Nasi liwet rasanya memang lebih gurih daripada nasi putih pada umumnya, karena dimasak dengan menggunakan santan. Nasi liwet disajikan bersama dengan sayur labu siam, aneka lauk pauk yang bisa dipilih seperti ayam, telor, uritan serta dilengkapi dengan kumut atau santal kental yang gurih. Nasi liwet biasanya disajikan menggunakan daun pisang yang dibentuk segitiga atau dipincuk. 

      Pedagang nasi liwet umumnya adalah wanita yang berpenampilan tradisional menggunakan kebaya khas. Di Solo sendiri banyak pedagang nasi liwet yang bisa ditemui, tepatnya di daerah Jalan Teuku Umar, Keprabon Keraton Mangkunegaran atau timur Ngarsopuro. Namun, ada satu warung nasi liwet yang sudah sangat terkenal dan sudah ada sejak tahun 1950 namanya Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Warung ini disebut-sebut sebagai generasi pertama pelopor nasi liwet khas Solo. Konsep warungnya lesehan sehingga suasana jadi terasa lebih akrab. Uniknya sembari menikmati gurihnya nasi liwet kita bisa mendengarkan nyanyian jawa yang merdu. Usai makan, Anda pun bisa mencoba menikmati enaknya wedang ronde. Nasi liwet Bu Wongso biasanya buka pada jam enam sore hingga jam dua belas malam. Harga seporsi nasi liwet yang ditawarkan tidaklah mahal, cukup  Rp 10.000,- hinggga Rp 17.000,-. Gurihnya nasi liwet pun sudah bisa Anda rasakan.

      Maskapai terbang ke Solo

      Silkair


      Sumber : utiket.com