Showing posts with label flora dan fauna. Show all posts
Showing posts with label flora dan fauna. Show all posts

Friday, April 10, 2015

Taman Tumbina Bintulu Malaysia



Introduksi 

Taman Tumbina Bintulu merupakan taman rekreasi di kota BintuluSarawak, Malaysia. Jaraknya sekitar lima kilometer dari pusat kota Bintulu. Taman ini memiliki koleksi flora dan fauna yang mampu menarik perhatian setiap pengunjung. Tidak hanya ramai dikunjungi oleh warga lokal saja, taman ini juga menjadi tujuan wisata bagi siapa saja yang berkunjung ke kota Bintulu. Terlebih lagi letak taman ini menghadap ke arah Laut Cina Selatan. Taman ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 57 hektar dan dibangun pada tahun 1990 lalu oleh Bintulu Development Authorithy (BDA) dan secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 2 Agustus 1991.

Perpaduan kebun binatang dan tumbuhan ini menjadikan Taman Tumbina selain sebagai tempat wisata, juga yang sebagai tempat edukasi, konservasi serta tempat penelitian dan pengembangan. Koleksi binatang yang terdapat di sini, antara lain burung rangkong, harimau, flamingo, buaya dan masih banyak lagi lainnya. Terdapat sebuah tempat yang khusus berisikan kupu-kupu dengan nama Alam Kelebar (Butterfly World). Salah satu koleksi tanaman yang menjadi daya tarik taman ini adalah tanaman anggrek. Terdapat berbagi jenis tanaman anggrek yang menjadi koleksi taman ini dan tersimpan di dalam Orchid Garden.

Mintalah peta Taman Tumbina ini saat di pintu masuk agar tidak tersesat. Namun jika lupa tidak meminta peta tersebut, tak usah khawatir karena ada petugas yang bisa ditemukan dengan mudah di dalam taman ini. Di dalam taman ini juga terdapat kantin yang menjual makanan dan minuman bagi para pengunjung. Terdapat juga toko souvenir yang menjual berbagai macam kerajinan dan souvenir khas Sarawak.

Tiket Masuk

Tiket masuk untuk anak–anak dikenakan biaya RM 0.50 (Ringgit Malaysia), sedangkan untuk dewasa dikenakan biaya tiket masuk sekitar RM 2 (Ringgit Malaysia).

Jam Buka

Taman Tumbina Bintulu buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.30 waktu setempat.

Akses ke Taman Tumbina Bintulu

Taman Tumbina Bintulu hanya berjarak sekitar lime kilometer dari pusat kota Bintulu dan dapat dicapai dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi, sewa maupun taksi. Jika menggunakan taksi, tarifnya sekitar RM 15 sekali jalan.

Sumber : utiket.com

Wednesday, December 24, 2014

Taman Nasional Manupeu Tambolaka Indonesia



Introduksi

Secara administratif Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (TNMT) terletak di wilayah tiga wilayah kabupaten : Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur. TNMT ditunjuk menjadi taman nasional oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1998. Sebagian besar topografi di kawasan taman nasional ini berupa tebing-tebing terjal dan berada di ketinggian 0-600 mdpl.

Kawasan taman nasional ini memiliki luas sekitar 87.984,04 hektar dan merupakan gabungan dari beberapa kawasan hutan seperti:
  • Hutan Lindung Manupeu (9.500 hektar)
  • Hutan Lindung Tanadaru-Praimamongutidas (43.750 hektar)
  • Hutan Produksi Terbatas Praingpalindi-Tanadaru (10.534 hektar)
  • Cagar Alam Langgaliru (24.750 hektar)

Dari seluruh gabungan beberapa kawasan hutan tersebut, TNMT mempunyai tipe-tipe vegetasi diantaranya hutan primer, hutan sekunder yang umumnya merupakan hutan musim, padang ilalang dan semak serta padang rumput dan bekas lahan pertanian yang ditinggalkan masyarakat. Ada pula tipe habitat hutan seperti hutan pantai dan hutan mangrove di sebagian pantai dan muara sungai.

Taman Nasional Manupeu Tambolaka Indonesia juga mempunyai flora dan fauna yang beragam, seperti :
  • 118 jenis tumbuhan, diantaranya: sure, taduk, kesambi, pulai, asam, kemiri, jambu hutan, cemara gunung dan lantana.
  • 87 jenis burung termasuk 7 jenis burung endemik Pulau Sumba, yaitu: kakatua cempaka dan julang Sumba yang merupakan burung paling langka dan terancam punah di Pulau Sumba, punai Sumba, sikatan Sumba, kepodang-sungu Sumba, dan madu Sumba.
  • 57 jenis kupu-kupu termasuk 7 jenis kupu-kupu endemik Pulau Sumba, yaitu: Papilio neumoegenii, Ideopsis oberthurii, Delias fasciata, Junonia adulatrix, Athyma karita, Sumalia chilo dan Elimnia amoena.

Selain memiliki kekayaan flora dan fauna yang beragam, TNMT juga mempunyai ikon tersendiri yaitu Air Terjun Lapopu. Untuk menuju Air Terjun Lapopu, wisatawan dapat berjalan kaki melewati jalan setapak yang baru saja dibuka pada tahun 2011 sepanjang 600 m.

Akses ke Taman Nasional Manupeu Tambolaka

Wisatawan dapat memilih penerbangan yang menuju Bandara Tambolaka, Waikabubak. Dari Bandara Tambolaka perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju lokasi kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang berada di Desa Langgaliru, Desa Katiku Loku dan Desa Watumbelar.

Sumber : utiket.com

Wednesday, October 15, 2014

Pantai Kartini Semarang Indonesia



Tentang Pantai Kartini

Pantai yang oleh mendiang Kartini disebut sebagai Kleine Scheveningen ini memiliki permukaan datar dengan ombak tenang serta berpasir putih. Pantai Kartini terletak 3 km arah barat kota Jepara ini sedang mengembangkan obyek wisatanya dengan membangun sea worldnya Jawa Tengah atau Dunia Hayati.

Pemerintah setempat mengembangkan kawasan pantai Kartini dengan membangun wahana hiburan dan pendidikan berupa Aquarium raksasa yang menyerupai kura-kura. Aquarium raksasa ini dibangun dengan gaya arsitektur yang elegant, bangunan berlantai dua ini berada di bagian kepala kura-kura yang berfungsi sebagai tempat untuk pemutaran film, sedangkan di aquariumnya sendiri terdapat berbagai jenis habitat hewan air yang hidup di seluruh laut yang berada di Kabupaten Jepara antara lain, gurita, ikan arwana, sampai ikan teri pun ada. Aquarium raksasa ini lebih di kenal dengan Kura-kura Ocean Park. Selain aquarium raksasa yang berisi habitat hewan laut, di area ini juga terdapat sarana bermain bagi anak-anak seperti seluncur air.

Daya tarik dari pantai Kartini selain berpasir putih juga di adanya upacara tradisional Lomban setiap tahun, satu minggu setelah lebaran. Pantai ramai dikunjungi pada saat perayaan, hal ini juga menarik banyak wisatawan manca negara. Di area pantai juga terdapat penginapan dan tempat untuk pementasan budaya.

Tidak jauh dari pantai Kartini atau lebih tepatnya 15 km di seberang lautan, kamu bisa menjumpai pulau Panjang yang cocok sebagai sarana berkemah bersama teman maupun keluarga, di lahan seluas 5 hektar ini di bangun pula jalan setapak untuk sekedar berkeliling. Banyak terdapat flora dan fauna yang langka di antaranya burung blekok di setia pohon yang tentunya di lindungi oleh pemerintah setempat. Penasaran, silahkan mampir ke Pantai Kartini sekaligus Pulau Panjang, di jamin liburan kamu tidak membosankan.

Sumber : utiket.com

Friday, June 13, 2014

Taman Nasional Baluran Banyuwangi Indonesia



Tentang Taman Nasional Baluran

Mau liburan ke padang savana nan luas dengan pemandangan hewan-hewan yang berlarian di alam bebas? Tak perlu jauh-jauh datang ke Afrika, karena di Indonesia juga ada, yaitu Taman Nasional Baluran. Lokasinya berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur atau sebelah utara Banyuwangi.

Berlibur di sini seperti berlibur di Afrika, karena bentangan alamnya mirip dengan padang savana yang ada di Afrika sana. Kawasan Taman Nasional Baluran ini berbatasan langsung dengan Selat Madura di sebelah utara dan Selat Bali di sebelah timur. Di tengah kawasan ini terdapat Gunung Baluran, sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.

Taman Nasional Baluran sendiri merupakan ekosistem hutan kering di Pulau Jawa, terdiri dari beberapa tipe vegetasi padang savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Taman Nasional Baluran dihuni oleh aneka macam flora dan fauna. Terdapat sekitar 444 jenis flora asli taman nasional seperti widoro bukol. Untuk faunanya terdapat kurang lebih sekitar 26 jenis mamalia seperti banteng, kerbau liar, rusa dan lain-lain. Serta terdapat sekitar 155 jenis burung langka seperti burung walet ekor jarum, burung merak dan lain sebagainya.

Taman Nasional Baluran merupakan spot yang sangat menarik bagi para pecinta fotografi, waktu yang cocok untuk berkunjung ke tempat ini adalah musim kemarau yakni antara bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan tersebut air di hutan akan kering dan rumput berwarna kuning. Nah, pada musim kering ini satwa-satwa di hutan akan keluar menuju padang savana karena pihak pengelola Taman Nasional akan menyediakan air dan kubangan.

Jangan membayangkan suasana di sini seperti taman safari, meskipun hewan di sini dan taman safari sama-sama bebas dan lepas tapi karakternya sangat berbeda. Jika di Taman safari kumpulan hewan akan mendekat bila mencium bau makanan, maka di Taman Nasional Baluran hewan-hewannya sangat pemalu. Jika melihat manusia atau mobil yang lewat, hewan akan bersembunyi. Untuk itu sebelum masuk ke areh taman nasional, dengarkan terlebih dahulu penjelasan dari Pihak Taman Nasional Baluran. Sebaiknya mulai perjalanan di pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB, karena selain bisa menikmati pemandangan matahari terbit, pada jam tersebut banyak satwa yang memperlihatkan diri.

Akses ke Taman Nasional Baluran

Aksesnya sangat mudah ditempuh dengan kendaraan darat dari berbagai kota besar, karena adanya jalan raya lintas propinsi yang menghubungkan Surabaya, Bali dan Banyuwangi. Sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewa. Jalur utama terdekat yang dapat digunakan adalah dari kota Banyuwangi. Rutenya dari pusat kota Banyuwangi menuju ke arah Batangan (jaraknya sekitar 35 kilometer) lalu dilanjutkan menuju ke Bekol dengan waktu tempuh sekitar 45 menit perjalanan. Dari Bekol dapat langsung menuju ke Banyuputih.

Sumber : utiket.com

Saturday, May 24, 2014

Air Terjun Moramo Kendari Indonesia



Tentang Air Terjun Moramo

Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara. 

Ini dia air salah satu air terjun terindah di Indonesia. Namanya Air Terjun Moramo. Air terjun ini berada di Kawasan Suaka Alam Tanjung PeropaDesa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe, Propinsi Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 60 km dari Kota Kendari.

Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa tempat dimana Air Terjun Moramo berada mempunyai luas sekitar 38.937 hektar. Kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dan sejuk dengan banyaknya flora dan fauna di dalamnya yang diantaranya merupakan satwa endemik Sulawesi seperti anoa dan monyet hitam. Selain kekayaan flora dan fauna yang ada, kawasan ini juga memiliki kandungan marmer yang diperkirakan mencapai 860 miliar meter kubik. Kandungan marmer yang tersimpan di kawasan ini merupakan yang terbesar di dunia.

Air Terjun Moramo sendiri ditemukan pada tahun 1980 oleh transmigran Jawa saat membuka hutan untuk memasang jerat anoa. Kemudian pada tahun 1989 dibuat jalan untuk mencapai lokasi air terjun dan mulai dibuka sebagai obyek wisata pada tahun 1990. Sebagian masyarakat di sekitar kawasan ini memang merupakan warga transmigran yang berasal dari Jawa dan Bali.

Aliran Air Terjun Moramo berasal dari Sungai Biskori yang berhulu di Pegunungan Tambolosu dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengairi sawah mereka. Ketinggian air terjun mencapai 100 m dengan bentuk bertingkat-tingkat. Aliran air terjunnya meluncur deras melalui batu granit dengan tinggi antara 0,5-3 m yang bersusun dan terbentuk selama ribuan tahun.

Karena bentuknya yang bertingkat-tingkat maka Air Terjun Moramo mempunyai undakan air terjun yang terdiri dari tujuh buah undakan besar dan 60 undakan kecil. Beberapa diantaranya menyerupai kolam kecil yang dapat dimanfaatkan untuk pemandian atau berenang. Airnyapun jernih dan segar dengan kedalam sekitar satu meter. Bahkan warga sekitar pun percaya bahwa ada bidadari dari langit yang turun untuk mandi di sini. Untuk melewati setiap tingkatan air terjun ini kita bisa mendaki ke tebing-tebing marmer berwarna hijau di setiap sisinya. Tak usah khawatir licin atau terpeleset karena tidak ada lumut yang dapat tumbuh di tebing-tebing marmer tersebut. Hal itu disebabkan lokasi Air Terjun Moramo merupakan daerah batuan kapur sehingga airnya mengandung sulfur dan alkali yang menyebabkan lumut sulit tumbuh.

Akses ke Air Terjun Moramo

Dari Kota Kendari kita bisa menyewa kendaraan menuju Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa yang berada di Kabupaten Konawe Selatan. Harga sewa kendaraannya sekitar Rp. 350.000. Dari pintu masuk Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa kita bisa berjalan kaki menuju Air Terjun Moramo sejauh dua kilometer. Hati-hati saat berjalan menuju ke lokasi air terjun karena kondisi jalannya yang licin dan menanjak.

Sumber : utiket.com

Friday, May 23, 2014

Taman Hutan Raya Murhum Kendari Indonesia



Tentang Taman Hutan Raya Murhum

Taman Hutan Raya Murhum (Tahura Murhum) yang terletak di kawasan Pegunungan Nipa-Nipa di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari dan Kecamatan Soropia, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara ini merupakan salah satu dari 16 kawasan hutan di Sulawesi Tenggara yang dijadikan kawasan konservasi alam. Kawasan Tahura Murhum ini berada di areal seluas 8.146 hektar dan berada di ketinggian 25-500 meter dari permukaan laut. Topografi di Tahura Murhum ini landai, berbukit dan bergunung dengan kemiringan lereng 15-40, mempunyai kontur tanah berupa tanah podzolik yang berwarna merah kuning.

Tahura Murhum ini bertipe ekosistem hutan dataran rendah dan hutan pegunungan rendah dengan berbagai flora dan fauna yang menghuni tempat ini. Untuk flora terdiri dari berbagai jenis semak, perdu dan berbagai jenis pohon seperti kayu besi, eha, bolo-bolo, bolo-bolo putih, kayu puta, pandan tikar, palem, dan berbagai jenis rotan. Berbagai satwa yang menghuni tempat ini seperti: anoa, rusa, kuskus, musang Sulawesi, rangkong, kesturi Sulawesi, elang laut dan berbagai jenis kupu-kupu.

Di dalam hutan wisata yang dikelola oleh Resort KSDA Soropia ini kamu juga bisa menikmati kesejukan air terjun dengan ketinggian +/- 15 meter yang biasa dipakai untuk mandi oleh para pengunjung tempat wisata ini dan melihat bangunan bersejarah berupa bunker dengan meriam di atasnya yang merupakan peninggalan Jepang.

Akses ke Taman Hutan Raya Murhum

Dari Bandara Kendari Wolter Monginsidi kamu juga bisa menuju Kelurahan Kemaraya, Benu-Benua, Tipulu, Sodohoa, Gunung Jati dan Mangga Dua dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Sesampainya di Mangga Dua kamu bisa melanjutkan perjalanan munuju Tahura Murhum dengan berjalan kaki melewati jalan setapak sejauh 3.5 km yang memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Sumber : utiket.com

Thursday, May 15, 2014

Danau Gunung Tujuh Jambi Indonesia



Tentang Danau Gunung Tujuh

Terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Danau ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kerinci karena Danau Gunung Tujuh merupakan Danau tertinggi di Asia Tenggara, dan sekaligus menjadikannya Danau ke dua terbesar setelah Danau Toba.

Danau ini memiliki ketinggian sekitar 3,805 meter, jalan menuju puncak sangatlah terjal dengan kemiringan mencapai 50 - 60 derajat. Selain melakukan pendakian tidak sedikit yang hanya menikmati udara dan keindahan alam di sekitar Danau.

Bagi para pecinta wisata alam yang sekaligus ingin berpetualang. Tidak salah jika mengunjugi Danau yang satu ini. Selain panoramanya yang indah, Danau ini juga di kelilingi sekitar enam Gunung yaitu:

1. Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2,525 meter dpl.
2. Gunung Hulu Sangir dengan ketinggian 2,330 meter dpl.
3. Gunung Madura Besi dengan ketinggian 2,418 meter dpl.
4. Gunung Selasih dengan ketinggian 2,230 meter dpl.
5. Gunung Jar Panggang dengan ketinggian 2,469 meter dpl.
6. Gunung Tujuh dengan puncak paling tinggi yaitu 2,732 meter dpl.

Selain itu panorama alam yang dapat di nikmati adalah Air Terjun Gunung Tujuh yang bersumber dari Danau Gunung Tujuh itu sendiri, untuk sampai ke Air Terjun tersebut harus melalui jalan setapak yang tidak jauh dari pos penjagaan.

Selain keindahan alam, udara yang masih asri, tidak sedikit pula Flora dan Fauna yang terdapat di sekitar Danau ini antara lain: Harimau, Beruang Madu, Babi Hutan, berbagai macam Burung serta Kupu-kupu sedangkan untuk Floranya sendiri masih banyak dijumpai berbagai jenis Anggrek dan Kantong Semar.

Di sana juga disediakan tempat penginapan atau homestay yang dapat dipesan sebelum pendakian, biasanya danau ini ramai dikunjungi pada akhir pekan oleh para rombongan pendaki, peneliti ataupun hanya sekedar rekreasi.

Sumber : utiket.com

Sunday, April 27, 2014

Taman Nasional Ujung Kulon Jakarta Indonesia


Tentang Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten ini merupakan tempat wisata alam yang kaya dengan aneka ragam ekosistem, flora dan fauna. Ada berbagai ragam tumbuhan dan satwa yang hidup di tempat ini, salah satunya yang kita kenal yaitu Badak Jawa.

Taman seluas 122.956 hektar ini merupakan habitat asli Badak Jawa. Badak Jawa yang menghuni taman nasional ini jumlahnya hanya ada sekitar 50-60 ekor karena hewan ini merupakan hewan langka yang ada di dunia. Hal itu menjadikan taman nasional ini sebagai cagar alam dan salah satu situs warisan alam dunia yang dilindungi oleh UNESCO.

Selain Badak Jawa, di Taman Nasional Ujung Kulon ini mempunyai 3 ekosistem : laut, rawa dan daratan yang dihuni oleh berbagai hewan dan tumbuhan. Diantara hewan dan tumbuhan yang hidup di taman ini beberapa diantaranya merupakan jenis hewan dan tumbuhan langka.

Ada beberapa obyek wisata lainnya yang masih berada di kawasan ini diantaranya : Pulau Peucang, Pulau Handeleum, Pulau Panaitan, Gunung Honje dan Semenanjung ujung Kulon. Di tempat-tempat tersebut kamu bisa menikmati wisata alam seperti trekking, berkemah, wildlife viewing, menyelam, snorkeling, berenang, bersampan, berselancar, wisata budaya di desa nelayan, dan menikmati sumber air panas. Untuk berwisata alam kamu dikenakan tarif antara Rp. 10rb-50rb/orang untuk warga negara Indonesia, Rp. 30rb-75rb/orang untuk warga negara asing tergantung dari jenis wisata alamnya.

Sedangkan untuk tiket masuk ke TNUK ini seharga Rp. 2.500,-/orang untuk warga negara Indonesia, Rp. 20.000,-/orang untuk warga negara asing ditambah biaya asuransi sebesar Rp. 3.000,-. Saat berkunjung ke TNUK kamu dilarang untuk berburu, menangkap, menebang, menyalakan api dan hal-hal yang mengganggu kehidupan flora dan fauna di TNUK ini serta segala hal yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

Akses ke Taman Nasional Ujung Kulon

Untuk menuju TNUK kamu bisa menggunakan angkutan umum dari Jakarta menuju Labuan yang memakan waktu sekitar 4-6 jam dengan tarif sekitar Rp. 30.000,-. Untuk melanjutkan perjalanan menuju TNUK kamu bisa menggunakan kapal hi-speed yang berangkat dari Carita berkapasitas 8 orang dengan tarif sewa Rp. 4.500.000,-/hari atau bisa juga menggunakan kapal normal-speed yang berangkat dari Sumur atau Tamanjaya berkapasitas 20 orang dengan tarif sewa Rp. 2.250.000,-/hari.

Sumber : utiket.com