Jumat, 28 Maret 2014

Sate Lilit Khas Bali


Bali memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, beragam tempat wisata kebudayaan hingga wisata kulinernya yang khas. Salah satu kuliner khas Bali yang menjadi favorit para wisatawan dan jarang ditemui di kota lain yaitu sate. Eits, jangan membayangkan potongan daging kecil-kecil yang ditusuk kemudian di bakar ya, sate yang satu ini beda. Namanya sate lilit, tidak seperti sate pada umumnya, daging sate lilit sudah dicincang halus terlebih dahulu dan dicampur dengan bumbu serta parutan kelapa. Sajian sate khas ini biasanya menggunakan daging ikan sebagai bahan utamanya. Daging ikan ini kemudian dibentuk menyerupai kepalan kecil dan dililitkan pada batang serai atau batang tebu atau bambu lalu dibakar di atas arang. Biasanya arang yang digunakan terbuat dari batok kelapa. 

Sate lilit Bali konon berasal dari daerah Karangasem, tapi sekarang sate lilit ini bisa ditemui di hampir setiap sudut kota di Bali. Mulai dari pedagang keliling, pedagang kaki lima, bahkan restauran elit pun menyediakan sate lilit ini. Bahkan kini, bagi Anda yang tidak suka dengan daging ikan, tersedia juga sate lilit dengan daging ayam sebagai bahan utamanya. Soal harga sangat terjangkau, biasanya satu tusuk sate lilit ikan dihargai seribu hingga dua ribu rupiah saja. 

Sate lilit biasanya disajikan dengan ketupat atau tipat serta plecing kangkung. Soal rasa jangan ditanya, bumbu khas Bali yang digunakan sangat terasa disetiap gigitannya. Pedas, wangi, manis dan gurih bercampur menjadi satu. Meskipun terbuat dari daging ikan dan kelapa, sate lilit bisa bertahan hingga tiga hari lamanya. Sehingga cocok juga dibeli untuk oleh-oleh. Sate yang akan dibawa ke luar kota biasanya sate mentah yang belum dibakar. Jadi, jangan lupa mencicipi kelezatan sate lilit ini ya saat jalan-jalan ke Bali.

Sumber : utiket.com