Kamis, 02 Januari 2014

Kereta Api di Indonesia


Perkereta apian di Indonesia dikelola secara penuh oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kereta api penumpang di Indonesia dibedakan menjadi empat jenis berdasarkan sistem kerja lokomotifnya.

Kereta Rel Diesel (KRD)

KRD merupakan rangkaian kereta api penumpang dimana pada setiap gerbong kereta terdapat penggerak berupa traksi motor pemutar roda gandar untuk menjalankan gerbong secara serempak. Sumber tenaga untuk menjalankan sistem penggerak tersebut berupa sumber listrik internal yang berasal dari pembangkit diesel yang dipasang pada setiap gerbong. Oleh sebab itu kereta api disebut dengan nama Kereta Rel Diesel (KRD) dan kereta api jenis ini mampu beroperasi untuk mengangkut penumpang jarak jauh. Salah satu contoh kereta api jenis ini adalah KRD Madiun Jaya yang melayani rute Madiun-Yogyakarta.

Kereta Rel Listrik (KRL)

KRL memiliki penggerak yang sama seperti KRD dengan menggunakan traksi motor pemutar roda gandar pada setiap gerbongnya. Hanya saja sumber tenaganya berasal dari listrik eksternal yang terdapat di kolong gerbong. Jika melihat KRL pada sisi atas maka kita akan melihat benda berbentuk trapesium. Benda tersebut bernama pantograf. Pantograf ini menyalurkan listrik dari jaringan kabel listrik yang berada di sepanjang rel sehingga menghasilkan listrik eksternal untuk menggerakkan KRL. Namun jalur rel yang memiliki jaringan listrik seperti ini hanya terbatas sehingga KRL hanya beroperasi untuk rute jarak pendek dan komuter.

Kereta Diesel

Kereta diesel merupakan rangkaian kereta api yang ditarik oleh lokomotif dengan menggunakan mesin penggerak berupa diesel yang berbahan bakar solar. Terdapat dua jenis lokomotif diesel, yaitu Lokomotif Diesel Elektrik dan Lokomotif Diesel Hidrolik. Untuk Lokomotif Diesel Elektrik, tenaga yang dihasilkan dari mesin penggerak akan diteruskan ke roda penggerak dengan mesin traksi secara elektrik. Sementara untuk jenis Lokomotif Diesel Hidrolik, tenaga yang dihasilkan akan diteruskan ke roda penggerak dengan gardan secara hidrolik. Tahun 1953 merupakan tahun pertama dimana Indonesia menggunakan lokomotif diesel dan masih dipakai hingga sekarang untuk mengoperasikan kereta penumpang jarak jauh.

Kereta Uap

Kereta uap merupakan rangkaian kereta penumpang yang menggunakan lokomotif uap sebagai penarik gerbongnya. Lokomotif uap bekerja dengan cara memanfaatkan tekanan uap dari ketel besar yang digunakan untuk menggerakkan piston yang akan mendorong dan menarik roda lokomotif sehingga bisa berputar. Di Indonesia, kereta uap inipun masih beroperasi. Namun hanya beroperasi untuk melayani kereta wisata seperti yang bisa kita temukan di Museum Kereta Api Ambarawa Jawa Tengah, kereta uap Jaladara di Solo dan kereta wisata Mak Item rute Sawahlunto-Muaro Kalaban.

Sumber : utiket.com